Kamis, 19 November 2020

"H2C-Hello Hero Challange" - Kegigihan dalam Melewati Perjalanan Kehidupan - Maya Puspita - NIS: 18190214 - SMAN 1 Ciamis

 

Kegigihan dalam Melewati Perjalanan Kehidupan

Oleh : Maya Puspita

Suatu kebanggaan serta kebahagiaan, terlahir dari keturunannya dan hidup sedari kecil dalam asuhannya, membuat saya mengerti akan perihnya perjuangan, letihnya pengorbanan, dan gigihnya rasa semangat yang tecermin dalam diri seorang nenek yang tinggal di sebuah pedesaan, yakni Nenek Soli.

Mayoritas manusia mengetahui bagaimana kehidupan di desa atau lebih tepatnya di daerah dataran tinggi. Ya! Beliau bertempat tinggal di kawasan tersebut. Hiruk pikuk kehidupan desa, alam yang asri nan elok namun tidak selaras dengan kehidupan sosial yang keras. Masa remaja yang harusnya diisi dengan kegiatan menyenangkan, menggeluti hobi yang disukai, dan bermain dengan teman sebaya nyatanya hal ini tidak terjamah oleh dirinya di usia belasan tahun tersebut.

Doktrin orang tua yang mengharuskan semua anaknya hidup mandiri di usia dini, mewujudkan kemauan bahkan uang jajan untuknya sekolah, beliau rela naik turun bukit terseok-seok membawa sekarung daun teh yang bahkan ukuran beban yang dibawa hampir sama dengan ukuran tubuhnya, sekarung daun teh tersebut untuk dijual di waktu pagi hari. Mengeluh, marah, dan sedih sering kali menghampiri. Namun kehidupan terus berjalan,  tidak akan ada hasil jika tidak ada usaha, bersyukur adalah kunci utama, dan hidup ini merupakan guratan takdir yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Kalimat tersebut yang beliau tanamkan dalam benaknya.

Bukan hanya itu, sebagai anak ketiga di keluarganya, beliau dan kakaknya memiliki kewajiban untuk mengasuh adik-adiknya yang masih kecil, sebab kakak tertuanya membantu orang tua bekerja. Waktu ini menjadi kesempatan untuknya menikmati masa bermain.

Detik demi detik telah dilalui, saat ia beranjak dewasa dan menikah. Beliau tetap bekerja keras, tiap masa nya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan menghindari pemborosan waktu. Mengelola peternakan ayam petelur, merawat kebun, dan menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu di kala itu. Meskipun telah menikah beliau tidak bermalas-malasan, karena prinsip dan didikan orang tua agar bisa hidup mandiri dan tidak bergantung terhadap orang lain.

Oleh karena itu, beliau memiliki penghasilan dari berbagai kegiatan yang dikelolanya sehingga ia dapat membeli beberapa petak sawah dan kebun. Di kala melahirkan anak keempatnya beliau diuji oleh Sang Kuasa, anaknya terlahir dengan kelainan down syndrome atau lebih dikenal dengan penyakit seribu wajah. Ibu mana yang tidak sedih saat anaknya memiliki kelainan ? Hal ini tidak membuat dirinya terpuruk berlarut-larut. Beliau mencoba menerima garisan takdir, bersabar dengan ujian ini, dan merawat buah hatinya dengan sepenuh hati.

Tidak dapat dipungkiri, setelah beberapa tahun berlalu, beliau dikaruniai seorang anak laki-laki yang terlahir sehat sehingga membuatnya bahagia. Namun senyumannya perlahan sirna, ujian kehidupan menerpa kembali keluarga Nenek Soli, anaknya terserang demam dan kejang-kejang, Ia pun melarikannya ke Rumah Sakit dan ternyata dokter mendiagnosis bahwa putranya mengalami kelainan pada sel syaraf otak sehingga membuat putranya berbeda dengan anak-anak di usianya. Cibiran, gunjingan, hingga tatapan keprihatinan sering tertangkap oleh panca indranya, mengikuti alur kehidupan seperti air yang mengalir yang hanya bisa ia lakukan.

Waktu kian berlalu, putra-putrinya telah tumbuh dewasa, ia harus kembali bekerja keras untuk menghidupi keluarganya sebab semua kebun, sawah, dan harta lainnya telah habis untuk pengobatan suami dan kehidupan anak-anaknya.

Sekarang beliau bekerja serabutan, kembali bekerja keras karena nyatanya kehidupan tidak lepas dari terpaan ujian. Beliau dikenal oleh semua orang dengan kepiawaiannya dalam  bercocok tanam, sering kali ia dijuluki dengan sebutan "Tiis Leungeun" sebuah babasan atau perumpamaan yang cukup populer di kalangan masyarakat Sunda yang memiliki makna yaitu selalu sukses dalam bercocok tanam. Menanam apa saja pasti tumbuh, mulai dari menancapkan benih hingga memetik hasil dengan mulus dan lancar. Sehingga banyak pemilik kebun atau sawah meminta dan mempercayai Nenek Soli bekerja sebagai penanam bibit hingga pemanenan.

Bukan hanya itu, beliau juga dapat melakukan segala hal yang terkadang banyak  perempuan di masa senjanya tidak dapat melakukan hal tersebut. Dapat dikatakan beliau adalah orang yang serba bisa, diantaranya memperbaiki atap yang bocor, mengelola dan merawat ternak kambing, sapi, dan unggas, memanjat pohon, dan membersihkan serta mengeruk aliran sungai yang kotor dari sampah maupun segala hal yang dapat menahan laju air, sebab beliau sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Tidak lupa dengan segala rezeki yang didapatkannya, beliau selalu memberi meskipun hanya sedikit, namun prinsip hidupnya "Jika saya merasakan kenikmatan rezeki, semua orang di sekitar saya  harus bisa merasakannya juga." Prinsip sederhana namun berarti bagi orang yang menerimanya.

Tidak muluk-muluk, impiannya sederhana ia hanya ingin membahagiakan keluarga dan hidup damai agar dapat beribadah dengan khusyuk kepada Sang Maha Esa.

Untaian kisah perjalanan hidupnya, ia ceritakan kepada anak dan cucunya sembari menikmati senja ditemani beberapa kudapan yang dibuatnya. Ia memiliki tujuan agar mereka bisa memetik hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Saya sebagai cucunya merasakan dan juga secara langsung melihat sebagian perjalanannya, betapa keras hidup beliau. Nenek Soli yang selalu rendah hati, perangai yang sangat baik, memberi, dan menolong sesama adalah kegemarannya, inilah yang selalu orang katakan mengenai dirinya. Seorang inspirator dan panutan hidup yang patut kita contoh dan diterapkan dalam kehidupan. Sikap pantang menyerah, etos kerja, dan kepedulian terhadap sesama ada pada dirinya dan ia selalu merima apa yang Sang Kuasa berikan. Sebab tidak semua takdir dapat diubah, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha mengubah apa yang bisa diubah dan menerima semua yang menjadi garisan takdir hidup.

 

 

 "H2C - Hello Hero Challenge"

Nama : Maya Puspita

NIS : 18190214

Asal Sekolah : SMAN 1 CIAMIS